Sudahkah Anda Memberi Kabar

Senin, 31 Mei 2010

Bagaimanakah Membuat Indikator Yang Baik?

Secara umum, Indikator dapat diartikan sebagai penanda pencapaian dari sebuah tujuan, dengan demikian akan mempermudah untuk melihat sejauh mana tujuan itu tercapai. Bisa dibayangkan bagaimana sebuah program, proyek, kegiatan atau yang berkaitan dengan pencapaian sebuah tujuan tanpa dibarengi dengan penyediaan indikator? Tentu keadaan yang demikian akan membuat sebuah aktivitas sulit untuk kita pertanggungjawabkan, Oleh sebab itu menjadi penting untuk memahami bagaimana membuat indikator yang baik?

Disini Setidaknya ada 5 hal penting yang perlu untuk diperhatikan dalam penyusunan indicator yaitu:

1. Indikator itu harus terukur artinya sebuah indikator yang baik wajib untuk dapat diukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif . contohnya, (1) Indikator yang mau diukur apa? Misalnya produksi durian meningkat, (2) kemudian berikan kuantitas misalnya produksi petani durian meningkat 40% dari X ke Y, (3) kemudian berikan kualitas, misalnya produksi petani durian meningkat 40% dengan kualitas sebaik durian impor, (4) kemudian berikan kerangka waktu, misalnya Produksi durian petani meningkat 40% antara okt 2000 s/d okt 2005 dengan kualitas sebaik durian impor.

2. Indikator itu harus Visibel artinya sebuah indikator yang baik haruslah jelas dalam pengertian finansial, peralatan, keahlian, dan ketersediaan waktu.
Umumnya tersedia banyak indikator untuk setiap tujuan yang akan dicapai. Pilihlah indikator yang langsung dapat mengukur dan murah contoh:
Tujuan : Peningkatan kesehatan bayi
Indikator :
1. Kunjungan bayi ke pos yandu meningkat 30% paska kelahiran
2. Turunnya tingkat kematian bayi s/d 8%
Indikator no.2 lebih tepat sasaran dan mudah didapat. Dari sisi biaya juga lebih murah.

3. Indikator itu harus akurat dan relevan, artinya sebuah indikator yang baik haruslah memperlihatkan atau memperagakan apa yang sedang kita ukur seakurat mungkin.
Contoh no 2 adalah contoh yang akurat dan relevan, mengapa? Karena tingkat kematian bayi berkorelasi erat dengan kondisi kesehatan bayi secara langsung dan signifikan.

4. Indikator itu harus sensitif, artinya Sebuah indikator harus memiliki kemampuan untuk menampung gejala perubahan sepanjang waktu.
Contohnya Fluktuasi (naik turun) kematian bayi selalu dapat diukur setiap saat sehingga indikator tingkat kematian bayi disebut sensitif. Hal ini juga didukung proses hukum di mana setiap tejadi kematiah mesti dicatatkan oleh pihak berwenang seperti rumah sakit dan kepolisian.

5. Indikator itu harus tepat waktu, artinya sebuah indikator yang baik wajib menyediakan informasi tepat waktu.
Indikator yang telah dipergunakan pada suatu baris tidak diperbolehkan untuk dipergunakan pada baris yang lain. Mengapa? Jika indikator sama lalu bagaimana kita menentukan mana memenuhi indikator dan tidak memenuhi. (diks-kabari bos)

Kabari Bos

 

Copyright © 2009 by KABARI BOS Powered By Blogger Design by ET